Tak dapat kupungkiri
Semua itu tlah terjadi
Rasa pahit ini mengiris hati
Sehingga membuat ku tak dapat bertahan
Hatiku seperti sebuah cangkang telur yang terjatuh
Yang tak sepenuhnya dapat utuh
Semua bahagiaku tercerai berai
Membuatku bingung tiada tara
Oh Ayah...
Mengapa kau membuang Ibuku?
Ku butuhkan kasih sayangnya
Tapi kau menghancurkan segalanya
Seakan kau dapat menggantikan posisinya didalam hidupku
Ingin rasanya merelakannya pergi
Tetapi, rasa sepi kian menghantui
Hanya sepi yang kutemui
Ingin ku bunuh sepi ini
Maafmu takkan membuatnya kembali
Semua itu tlah terjadi
Rasa pahit ini mengiris hati
Sehingga membuat ku tak dapat bertahan
Hatiku seperti sebuah cangkang telur yang terjatuh
Yang tak sepenuhnya dapat utuh
Semua bahagiaku tercerai berai
Membuatku bingung tiada tara
Oh Ayah...
Mengapa kau membuang Ibuku?
Ku butuhkan kasih sayangnya
Tapi kau menghancurkan segalanya
Seakan kau dapat menggantikan posisinya didalam hidupku
Ingin rasanya merelakannya pergi
Tetapi, rasa sepi kian menghantui
Hanya sepi yang kutemui
Ingin ku bunuh sepi ini
Maafmu takkan membuatnya kembali
hmmmm... kenapa comment sebellumnya ga masuk ya :D
BalasHapusbagus..
menurutku puisi dibawah bisa jadi puisi baru, karena kata-katanya kurang bersambungan.
Dan aku masih belum ngeh "maafmu takkan membuatnya kembali" buat siapa :)
huekekek ..
BalasHapusiya juga sih..
berkali2 ayahnya meminta maaf .tapi maafnya itu gak bisa si ibu hidup lagi :D