Peserta Blog Contest IF UAI
-->
Banyak sekali kisah senang dan sedih ku saat bersama ian. Jika kusebutkan satu persatu, pasti tak akan habisnya. Ini ceritaku bersama “IAN” apa ceritamu bersama gadjetmu?
| http://if.uai.ac.id |
Inilah kisah diriku bersama gadjet milikku!
--------cekidoooottt--------
Kisah ini berawal dari sebuah gadjet yang baru milikki. Gadjet bekas pakai orang yang dijual dan aku beli kembali ini menjadi kawanku, penyalur bakatku dan masih banyak lagi! Meskipun bekas, gadjet ini kudapatkan dari mama dengan susah payah! Harus belajar…. Dan harus dapet nilai bagus… *katamama*
Tak lain, gadjet ini adalah teleponseluler ku atau bahasa gaulnya handpone! Gadjet ini ku beri nama “IAN”. Mengapa begitu? Karena merk gadjet milikku ini adalah nexIAN. Huehehehe J
Gadjet ku ini baru berumur 6 Bulan memiliki ciri yaitu berwarna putih dengan diselimuti casing plastic berwarna hitam dan gantungan angrybird yang mengaitkan keduanya. Modelnya touchscreen atau layar sentuh. So? Kalau jatuh bisa gaswat atuh.
( aku bersama “ian” )
Pengertian ian menjadi kawanku adalah : Dia selalu kubawa kemanapun ku pergi termasuk saat aku sedang naik gunung. Selalu menemaniku disaat diriku merasa sepi.
Arti ian sebagai “penyalur bakatku” adalah : Hobbyku adalah menulis, kecintaan ku terhadap karya sastra bisa dibilang cukup besar. Meskipun sebenarnya aku termasuk salah satu orang yang suka membaca. Hehehe.. Didalam gadjet ku ini terdapat banyak fitur yang dapat dipergunakan, seperti contoh nya internet. Dengan ada nya internet ini aku dapat membuka situs-situs social media atau pun situs pendidikan dan pengetahuan. Di dalam social media yang dapat ku buka didalam gadjet ku ini, aku menyempatkan diri dalam sehari meskipun tidak ku rutinkan, aku membuat suatu karya sastra meskipun hanya tertulis di social media. Dengan ada nya ian, membantuku dalam meng-share karya sastraku ini di social media seperti facebook ataupun twitter. Meskipun ilmuku masih dangkal tentang menulis, ian membantuku dalam mengasah kemampuanku ini. Setiap hari, gadjetku ini memberi ku inspirasi tentang menulis. Sedikit nya 1 atau 2 fiksimini yang aku share di facebook dan twitter. Aku pernah mewawancarai para penulis handal,penulis pertama berkata “jadikan menulis itu sebuah hobby”, penulis kedua berkata “manfaatkan gadjet sebagai alat penyalur hobby itu!”, penulis ketiga berkata “biasanya, jika menulis di socialmedia lebih dapat mendapatkan inspirasi. Apalagi dengan mempergunakan gadjet yang ada!” dari ketiga itu dapat aku simpulkan bahwa “Jadikan menulis itu sebagai hobby dengan menggunakan dan memanfaatkan tekhnologi yang ada!”
Saat aku ke Gunung Semeru di Malang bulan September lalu, ke Gunung Pangrango di Sukabumi bulan Oktober lalu, ian selalu ada didalam kantung celana lapanganku. Selain menemaniku, dia juga jadi saksi sekaligus pemuas hasrat rinduku kepada tempat-tempat itu. Saat rindu melanda, ian selalu menunjukan dan memperlihatkan tempat itu lagi. Meskipun hanya berbentuk foto L
Aku sangat senang memiliki ian. Karena dia selalu membantuku di kala susah. Membantuku menghubungkan aku dengan teman-teman lama dan saudara –saudara jauh. Hubungan ku dengan ian sudah seperti sepasang kekasih. Dimana ada aku, pasti ada ian. Dimana ada ian, pasti ada aku J
( aku bersama “ian” )



Bagus :) . seru tulisannya
BalasHapusmakasih andriiiii ;)
BalasHapus