“HIDUP ITU PERJUANGAN. MASA MUDAMU KEKUATAN”
Kalimat itu aku dapatkan saat berkunjung ke Gunung Bromo, tepat setelah aku melakukan pendakian ke Gunung Semeru bersama teman-teman ku. Aku dan teman – teman ku menyewa homestay yang berada di kaki Gunung Bromo. Kata – kata mutiara itu aku temukan didalam sebuah gantungan kunci yang aku beli dari salah satu warga dengan disertakan bunga Edelweis asli Gunung Bromo.
Saat aku summit ke Mahameru, ternyata aku belum diizinkan untuk melihat panorama alam dari puncak Semeru. Sungguh, kebahagiaan ku saat berada di Semeru sedikit hilang dikarenakan hal itu. Hanya sedikit rasa bangga akan usahaku yang tumbuh di dalam diriku sendiri.
Tetapi saat aku membaca kalimat itu, rasa bangga akan diriku kini mencuat ke atas. Seperti roket yang sedang diluncurkan dengan kecepatan tinggi. Wusssshhh….
HIDUP ITU PERJUANGAN MASA MUDAMU KEKUATAN. Kalimat itu mengingatkan ku dengan langkah – langkah ku menuju Mahameru. Disetiap langkahnya terselip kebanggaan dengan perjuangan ku yang menghantarkan ku menuju jalur itu.
Masa muda adalah masa yang paling indah dan masa yang penuh kekuatan, maka pergunakanlah kekuatan terbesarmu untuk hal yang bermanfaat bagi dirimu sendiri maupun oranglain.
Saat di jalur menuju Mahameru, aku mengeluarkan seluruh tenagaku untuk sampai ke ujung. Yang nyatanya aku memang belum diizinkan untuk melihatnya. Seluruh tenaga di masa mudaku sekarang tak sia – sia. Dari hasil yang ku dapat, aku dapat melihat awan – awan berterbangan, bahkan aku dapat melihat indahnya view Gunung Sindoro Sumbing meskipun hanya dari kejauhan . Meskipun hanya berada di jalur “hampir” menuju puncak.
Tetapi aku merasa senang dan bahagia dengan usaha dan semangatku. Di tambah saat membaca kalimat itu. Sontak aku merasakan kebahagiaan kecil yang menyelimuti diriku.
Kebahagiaan itu aku rasakan tak hanya saat di Gunung Semeru. Saat di Gunung Bromo, kebahagiaan terselip dalam desiran debu dan hembusan angin. Di malam terakhirku itu, canda tawa, suka duka menyelip diantara kerumunan anak – anak muda yang mencari kebahagiaan. Tak ada yang merasa sedih, gundah ataupun gulana. Semua itu hilang, lenyap dalam sekejap. Sungguh, aku bangga dengan masa mudaku! Dan akupun bangga dengan alam yang diciptakan untuk melengkapi kebahagiaan ku itu.
Malang, 1-4 September 2011
Semeru, Bromo
-gembulini-
Kalimat itu aku dapatkan saat berkunjung ke Gunung Bromo, tepat setelah aku melakukan pendakian ke Gunung Semeru bersama teman-teman ku. Aku dan teman – teman ku menyewa homestay yang berada di kaki Gunung Bromo. Kata – kata mutiara itu aku temukan didalam sebuah gantungan kunci yang aku beli dari salah satu warga dengan disertakan bunga Edelweis asli Gunung Bromo.
Saat aku summit ke Mahameru, ternyata aku belum diizinkan untuk melihat panorama alam dari puncak Semeru. Sungguh, kebahagiaan ku saat berada di Semeru sedikit hilang dikarenakan hal itu. Hanya sedikit rasa bangga akan usahaku yang tumbuh di dalam diriku sendiri.
Tetapi saat aku membaca kalimat itu, rasa bangga akan diriku kini mencuat ke atas. Seperti roket yang sedang diluncurkan dengan kecepatan tinggi. Wusssshhh….
HIDUP ITU PERJUANGAN MASA MUDAMU KEKUATAN. Kalimat itu mengingatkan ku dengan langkah – langkah ku menuju Mahameru. Disetiap langkahnya terselip kebanggaan dengan perjuangan ku yang menghantarkan ku menuju jalur itu.
Masa muda adalah masa yang paling indah dan masa yang penuh kekuatan, maka pergunakanlah kekuatan terbesarmu untuk hal yang bermanfaat bagi dirimu sendiri maupun oranglain.
Saat di jalur menuju Mahameru, aku mengeluarkan seluruh tenagaku untuk sampai ke ujung. Yang nyatanya aku memang belum diizinkan untuk melihatnya. Seluruh tenaga di masa mudaku sekarang tak sia – sia. Dari hasil yang ku dapat, aku dapat melihat awan – awan berterbangan, bahkan aku dapat melihat indahnya view Gunung Sindoro Sumbing meskipun hanya dari kejauhan . Meskipun hanya berada di jalur “hampir” menuju puncak.
Tetapi aku merasa senang dan bahagia dengan usaha dan semangatku. Di tambah saat membaca kalimat itu. Sontak aku merasakan kebahagiaan kecil yang menyelimuti diriku.
Kebahagiaan itu aku rasakan tak hanya saat di Gunung Semeru. Saat di Gunung Bromo, kebahagiaan terselip dalam desiran debu dan hembusan angin. Di malam terakhirku itu, canda tawa, suka duka menyelip diantara kerumunan anak – anak muda yang mencari kebahagiaan. Tak ada yang merasa sedih, gundah ataupun gulana. Semua itu hilang, lenyap dalam sekejap. Sungguh, aku bangga dengan masa mudaku! Dan akupun bangga dengan alam yang diciptakan untuk melengkapi kebahagiaan ku itu.
Malang, 1-4 September 2011
Semeru, Bromo
-gembulini-
Komentar
Posting Komentar