Anak itu terlihat sedang merintih sakit.
Baik fisik maupun batin.
Tak jauh dari tempatnya berpijak
Terlihat sebuah seragam yang nampak compang camping.
Tetesan air mata yang keluar dari matanya kian menderas.
Bak sungai yang dipakai untuk arungjeram.
Aku tak bisa menahan tangis.
Aku tak bisa melihatnya merintih sakit.
Rintihan itu terasa menggema di telingaku.
Rintihan itu menggetarkan hatiku.
Entah mengapa hanya aku yang merasakan.
Entah mengapa hanya aku yang memikirkan.
Apakah yang lain telah mati?
Atau pura-pura mati?
Entahlah! Enyah saja kalian yang tak peduli dengan nasib anak miskin yang lusuh ini!
Baik fisik maupun batin.
Tak jauh dari tempatnya berpijak
Terlihat sebuah seragam yang nampak compang camping.
Tetesan air mata yang keluar dari matanya kian menderas.
Bak sungai yang dipakai untuk arungjeram.
Aku tak bisa menahan tangis.
Aku tak bisa melihatnya merintih sakit.
Rintihan itu terasa menggema di telingaku.
Rintihan itu menggetarkan hatiku.
Entah mengapa hanya aku yang merasakan.
Entah mengapa hanya aku yang memikirkan.
Apakah yang lain telah mati?
Atau pura-pura mati?
Entahlah! Enyah saja kalian yang tak peduli dengan nasib anak miskin yang lusuh ini!
Seberapa besar mimpimu,seberapa besar kau untuk mewujudkanya...sebesar itu pula yang akan kau terima...
BalasHapuslanjutkan perjuanganmu...
god luck for icha..
ya sama2
Hapus