Tentu, sering kali anda mengucapkan kata – kata “TEGAR” saat
memberikan wejangan kepada teman atau siapapun anda yang sedang dilanda rasa
sedih, gundah gulana. Menjadi pribadi yang “TEGAR” memang tak semudah apa yang
kalian ucapkan. Tegar adalah mampu bersikap bijak dan kuat ketika kita tertimpa
ataupun menyikapi suatu masalah dan tanpa “meneteskan air mata.”
Tetapi, menangis itu manusiawi! Setiap manusia diciptakan
memiliki karakter dan perasaan yang berbeda – beda. Orang yang dapat bersikap
TEGAR pun kadang kala mendapatkan masa dimana dia dtidak dapat bersikap tegar
dan harus dengan sangat amat terpaksa meneteskan air mata nya demi suatu
masalah.
Tak selalu kita harus berkata TEGAR saat tertimpa suatu
masalah. Tetapi kita juga harus meluangkan waktu untuk MENANGIS. Karena dengan
menangispun, terkadang hati kita menjadi sedikit lebih tenang dan lebih dapat
memberikan kepada otak kita untuk berfikir bagaimana cara kita agar dapat
menyelesaikan masalah dan harus bersikap bagaimana untuk menyikapinya.
Toh tak selalu kita harus memberikan wejangan untuk selalu
bersikap “TEGAR”. Dan jangan menjudge orang menangis adalah “PENGECUT”. Semua
itu sah sah saja. Karena tipe masing – masing dari kita berbeda saat
menyelesaikan suatu masalah. Namun apapun yang kita lakukan, dan bagaimanapun
cara kita melakukannya untuk menyelesaikan
atau menyikapi suatu masalah semua itu mempunyai tujuan yang sama. Yaitu
berusaha bangkit dan menjadikan masalah itu sebagai pelajaran agar kita lebih
baik kedepannya. ;)
-Gembulini-
Komentar
Posting Komentar