Langsung ke konten utama

Ibu Jaja dan SapuLidi

Di hutan, ada seekor hewan bertubuh besar, punya belalai dan suara nya "Auuuuuu". Dia bernama Bu Jaja... Bu  jaja tinggal dihutan bersama hewan lainnya. Seperti Yoyo singa, Ogi kodok, momon monyet, Cici kelinci dll. Bu  jaja hidup sebatang kara dan tidak memiliki penghasilan untuk membiayai hidupnya sendiri dihutan .

Dia berfikir.. dan terus berfikir.. "aku harus menjual sesuatu agar aku mendapatkan uang.." kata Bu Jaja.
Tapi dia bingung mau menjual apa. Di hutan hanya tersisa 1pohon besar yang berada di hulu sungai..  

"Di hutan hanya tersisa 1pohon besar. Itu pun hanya pohon kelapa. Dan berada jauh dr rumahku." 

"Bu jaja... Bu jaja..." tiba-tiba ada suara Yoyo singa memanggil. "Silahkan masuk yo... pintu tidak dikunci." 

Yoyo adalah singa baik suka menolong yang suka bertetangga..  

"Haloo Bu Jaja,sedang apa?" Sapa Yoyo. "Aku ingin menjual sesuatu, aku jual apa ya?" Tanya Bu jaja kepada yoyo.

"Dihutan hanya tersisa 1pohon kelapa. Itu juga ada di ujung hutan tepat di bibir pantai" Yoyo berfikir. "......"

"AHA! Bagaimana kalau kau membuat Sapu Lidi saja dari pelepah kelapa?". "MUSTAHIL!" teriak Bu Jaja. 
"Mustahil bagaimana Bu?" Tanya Yoyo heran. "Bagaimana bisa aku memanjat pohon untuk mengambil daunnya? Badan ku terlalu besar untuk memanjat pohon kelapa yo." Muka Bu Jaja seketika murung.

"Oh. Masalah itu? Memangnya Ibu tidak memiliki tetangga? Minta tolong saja sama Pak Epa jerapah..." yoyo memberi saran. 
"Oke! Aku akan minta tolong sama Pak Epa jerapah.Makasih atas idenya ya nak" "samasama bu.." Jawab yoyo. 

"Assalamualaikum Pak Epa... ini Bu Jaja.. mau minta tolong." | "eh ada Bu jaja,mau minta tolong apa?" Tanya pak Epa.  

"Mau kah kamu menolong ku untuk mwngambil daun dari pohon kelapa? Aku ingin membuat Sapu Lidi untuk dijual..". "Dengan senang hati Bu Jaja. ayo kita ke bibir pantai." Bu Jaja bersemangat sekali berjalan bersama Pak Epa menuju pohon kelapa.

Dengan Lihay Pak Epa mengambil daun Kelapa untuk Bu Jaja. "Ini bu, ambil saja semuanya." Bu Jaja merasa senang sekali! 
"Wuaaaaa! Banyak sekalii. Terimakasih ya Pak Epa... semoga allah membalas kebaikanmu!" "Iya. samasama Bu Jaja."  

Bu Jaja bergegas pulang untuk mengolah daun berserta pelepah kelapa agar menjadi Sapu Lidi. Dengan sangat berhati-hati dia memotong pelepah kelapa tersebut. "Semoga Sapu Lidi yg aku buat ini laku terjual." Doa Bu Jaja.

Sapu lidi selesai dibuat. Bu Jaja segera berkeliling hutan .Tiba2 dijalan Bu jaja bertemu dengan Ogi. Si kodok nakal. 

"Weh ada Bu Jaja toh. Mau jual apa pak? Sapu Lidi? Mana ada gunanya!" Ogi menghina sapu lidi Bu Jaja. 
"Hey Ogi. Kok kamu menghina sapu lidi ku? Menghina itu perbuatan dosa gi." Bu Jaja menasihati Ogi. 

"HAHA! Mana ada yg mau beli Sapu Lidi mu pak.Mudah di patah kan, tidak ada nilainya Bu!" Bentak Ogi kepada Bu Jaja. Tiba-tiba ada suara teriak minta tolong. "Tolong aku!!" Ternyata itu suara Ibu Cici.. Bu Jaja&Ogi segera menghampirinya.

"Ada apa? Ada apa?" Tanya Bu Jaja panik. "I.. I..ituu. ada kecoak Bu..." Bu Jaja mengusir kecoak menggunakan sapulidi. "Husssh! Sana pergi!" Usir Bu Jaja. "Terimakasih ya Bu Jaja...." "Iya bu, samasama.."

Ogi terlihat cemberut,ternyata SapuLidi Bu Jaja bermanfaat bagi orang lain. "Ah! Cuma itu yg bs dilakukan SapuLidimu  Bu?"

Cancan si Macan terlihat sedang menangis di depan Pintu Rumahnya. "Kamu kenapa cancan?" Tanya Bu Jaja."Gembok rumahku tidak bisa terbuka bu.. Kuncinya rusak.. Huaaaa :(" Cancan menangis kencang..

"Tenang cancan.. Tenang..." Bu Jaja menggunakan satu batang SapuLidinya untuk membuka Pintu. EngIngEng! Pintunya terbuka. 

"Waaaaah terimakasih banyak Bu Jajaaaa!" Teriak Cancan bahagia. Bu Jaja tersenyum dan kemudian menoleh kearah Ogi. 

"Nah Ogi..Apakah kamu masih meragukan SapuLidi buatan ku?" "Iya..aku minta maaf karena telah meremehkan SapuLidi buatanmu. Maafkan aku Bu Jaja.Aku berjanji tidak akan meremehkan apalagi sampai menghina apapun yg ada di dunia ini." Ogi menyesal.

"Iya Ogi, Bu Jaja maafkan.." "Bolehkah aku membantumu menjual SapuLidi buatanmu?" "Dengan senang hati Ogi..... "

Yeay! Akhirnya mereka berdua bersama-sama menjajakan Sapu Lidi buatan Bu Jaja. :) 

-ending-

Pesan Moral :
- Tidak boleh mudah putus asa.
- Harus menolong satu sama lain.
- HIdup bertetangga harus rukun.
- Tidak boleh menghina apapun yang ada di dunia ini.
- Tidak boleh meremehkan termasuk hal yang terkecil sekalipun. 

Salam Ciloloyoh!
-BuLs-

Komentar

Postingan populer dari blog ini

A Memories about -Desa Sibalaya Utara-

"Yuk kita bagi Tugas. Kalian pada mau ber-Tugas dimana?" tanya Pak Ari. "Saya mau di Sibalaya aja Pak!"  -------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- Team Trauma Healing Dari 15 Orang yang tergabung dalam Team ini, 8 orang (termasuk saya) bertugas di  Desa Sibalaya Utara, Kecamatan Tanambulava Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah.  Entah mengapa saat ditanya ingin pergi ke Daerah mana, saya langsung memilih Sibalaya. Dengar nama Desanya saja belum, apalagi datang langsung? hmm. Singkat cerita, Desa Sibalaya Utara ini merupakan salah satu Desa di Kabupaten Sigi yang terkena dampak dari Bencana Alam yang terjadi di Sulawesi Tengah pada tanggal 28 September 2018 lalu. Gempa bumi, Likuifaksi, Tanah Longsor, dan Tanah Bergeser. Desa Sibalaya Utara, Kecamatan Tanambulava, Kabupaten Sigi, Sulawesi Utara. Rumah - rumah Warga, Fasilitas umum, tempat ibadah hingga salah satu SD...

Yang muda menjadi roda

Hai kawan – kawan. Kita adalah Generasi Muda penerus bangsa. Kalian tau? Banyak sekali generasi tua yang menaruh harap kepada kita untuk meneruskan perjuangannya. Salah satu nya Bapak HattaRajasa dalam membangun perekonomian di Indonesia.  Banyak hal yang dapat kita lakukan untuk membantu bapak HattaRajasa dalam membangun   Perekonomian Bangsa. Dimulai dari hal kecil seperti tidak memiliki keseharian yang boros atau pun sering menghambur-hamburkan uang untuk berfoya – foya.   Pernah kah kalian berfikir bahwa uang yang seharusnya kalian tidak hambur – hamburkan dapat bermanfaat bagi orang lain kelak? Dengan membudidayakan hidup hemat kita dapat membantu Perekonomian kita agar jauh dari krisismoneter, karena kita masih memiliki tabungan yang nantinya akan membantu kita kelak nanti. Mencintai dan memakai produk dalam negri pun kita juga sudah membantu pemerintah dalam pembangunan perkonomian Indonesia. Di Indonesia, pemakaian p...

kehangatan malam terakhir

didalam dinginnya ranu kumbolo . kami dapat membuat suatu kehangatan ditengah - tengah keramaian angin yang berhembus.. suasana dingin sekejap menjadi hangat.. rasa kantuk menjadi hilang.. suasana yang tak pernah kudapatkan di kota membuat diriku tak ingin tertingal suasana itu .. tawa ,canda menyelimuti kami didalam kedinginan yang sekejap membuat kami menjadi hangat .. #malam terakhir kami di ranu kumbolo ..