Langsung ke konten utama

Disaster Recovery Volunteer

Sejak mendengar kabar berita bahwa LLDIKTI Wilayah Kopertis III membuka kesempatan bagi para Mahasiswa di Perguruan Tinggi Swasta yang ada di Wilayah DKI Jakarta untuk turut menjadi Relawan Recovery Disaster, saya langsung mendatangi Ruangan Rektor dan memastikan bahwa Berita itu bukan sekedar Angin Sejuk semata.

Setelah dipastikan bahwa Informasi itu benar adanya, saya yang memiliki mimpi menjadi Relawan Tanggap Bencana langsung mengurus surat untuk Perizinan. Meskipun sebenarnya itu merupakan Tugas Pak Edi Suhara selaku Bidang Kemahasiswaan di Universitas Islam Jakarta, tapi saya kerjakan sendiri demi misi kemanusiaan.

Ini merupakan kali pertamanya saya menjadi penumpang resmi Pesawat Hercules TNI AU, menginjakan kaki di Sulawesi, menjadi Relawan Trauma Healing di Recovery Disaster Bencana Alam yang menimpa Sulawesi Tengah, khususnya di Kota Palu, Kabupaten Sigi dan Donggala.

Bandar Udara Mutiara SIS Al Jufri, Palu.
Bandar Udara Halim Perdana Kusuma, Jakarta.

Ini semua terasa seperti mimpi. Menjadi Relawan merupakan salah satu Cita - cita saya sejak masih duduk di Bangku Sekolah Dasar.

Karena saya memiliki prinsip, bahwa sebaik - baiknya manusia adalah yang bermanfaat bagi orang lain.

Sebagai Relawan, saya mengerahkan seluruh Kemampuan yang saya miliki agar Keberadaan saya disana tidak sia - sia dan dapat membantu Orang banyak. Mulai dari mengangkat Logistik, melakukan beberapa Treatment Trauma Healing kepada Warga Sekitar baik Orang Tua maupun anak - anak, hingga memasak di Dapur Umum Posko.

Meskipun kegiatan ini hanya berlangsung selama 6 hari, kebahagiaan dalam misi kemanusiaan inni sangatlah besar! Tak peduli apapun dan siapapun yang datang membuat masalah, yang terpenting
adalah ketika kita menjalani semuanya dengan Ikhlas, Lillahi Ta'ala, insyaallah Allah SWT akan permudah segala niat dan amal baik kita. aamiin...

Spread the Love and always share the Kindness for Everyone!^^
-ca-pucinus-

Komentar

Postingan populer dari blog ini

A Memories about -Desa Sibalaya Utara-

"Yuk kita bagi Tugas. Kalian pada mau ber-Tugas dimana?" tanya Pak Ari. "Saya mau di Sibalaya aja Pak!"  -------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- Team Trauma Healing Dari 15 Orang yang tergabung dalam Team ini, 8 orang (termasuk saya) bertugas di  Desa Sibalaya Utara, Kecamatan Tanambulava Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah.  Entah mengapa saat ditanya ingin pergi ke Daerah mana, saya langsung memilih Sibalaya. Dengar nama Desanya saja belum, apalagi datang langsung? hmm. Singkat cerita, Desa Sibalaya Utara ini merupakan salah satu Desa di Kabupaten Sigi yang terkena dampak dari Bencana Alam yang terjadi di Sulawesi Tengah pada tanggal 28 September 2018 lalu. Gempa bumi, Likuifaksi, Tanah Longsor, dan Tanah Bergeser. Desa Sibalaya Utara, Kecamatan Tanambulava, Kabupaten Sigi, Sulawesi Utara. Rumah - rumah Warga, Fasilitas umum, tempat ibadah hingga salah satu SD...

Yang muda menjadi roda

Hai kawan – kawan. Kita adalah Generasi Muda penerus bangsa. Kalian tau? Banyak sekali generasi tua yang menaruh harap kepada kita untuk meneruskan perjuangannya. Salah satu nya Bapak HattaRajasa dalam membangun perekonomian di Indonesia.  Banyak hal yang dapat kita lakukan untuk membantu bapak HattaRajasa dalam membangun   Perekonomian Bangsa. Dimulai dari hal kecil seperti tidak memiliki keseharian yang boros atau pun sering menghambur-hamburkan uang untuk berfoya – foya.   Pernah kah kalian berfikir bahwa uang yang seharusnya kalian tidak hambur – hamburkan dapat bermanfaat bagi orang lain kelak? Dengan membudidayakan hidup hemat kita dapat membantu Perekonomian kita agar jauh dari krisismoneter, karena kita masih memiliki tabungan yang nantinya akan membantu kita kelak nanti. Mencintai dan memakai produk dalam negri pun kita juga sudah membantu pemerintah dalam pembangunan perkonomian Indonesia. Di Indonesia, pemakaian p...

kehangatan malam terakhir

didalam dinginnya ranu kumbolo . kami dapat membuat suatu kehangatan ditengah - tengah keramaian angin yang berhembus.. suasana dingin sekejap menjadi hangat.. rasa kantuk menjadi hilang.. suasana yang tak pernah kudapatkan di kota membuat diriku tak ingin tertingal suasana itu .. tawa ,canda menyelimuti kami didalam kedinginan yang sekejap membuat kami menjadi hangat .. #malam terakhir kami di ranu kumbolo ..