Langsung ke konten utama

What They Don't Talk About, When They Talk About Love

Pertama - tama dan yang paling utama, saya mau menjelaskan kepada kalian semua bahwa Tulisan ini bukan penghakiman atas Karya Anak Bangsa, tapi sebagai seorang "Penikmat" ,ini merupakan Opini aja terhadap apa yang saya nikmati tanpa mengurangi Apresiasi terhadap Karya ini.


"What they don't talk about, When they talk about love".
Film yang release pada 19 Januari 2013 ini di Sutradarai oleh Mouly Surya dan Rama Adi sebagai Produser dan dibintangi oleh Nicholas Saputra, Ayushita, Karina Salim, Anggun Priambodo dan Lupita Jenifer. 

Oke. Saya disini tidak terfokus me-Review dari segi kualitas Akting dari Aktor&Aktris yang berperan, Produksi Film, Isi, alur cerita dll yang berkaitan dengan Proses Pembuatan dan Hasil dari Film ini.

Saya akan lebih membahas tentang Issue dan Kisah yang melatarbelakangi Film ini. Yaitu tentang kesetaraan dan kisah cinta yang terjalin di dalam Ruang lingkup Remaja Dis-abilitas. Di dalam Film ini jelas menceritakan dan menggambarkan bahwasanya semua orang berhak menerima rasa Cinta dan Kasih Sayang tanpa terkecuali untuk mereka, para penyandang Dis-abilitas.

Hanya saja, tentu mereka mendapatkan nya dengan cara yang jauh berbeda daripada manusia normal lainnya yang masih memiliki kelengkapan dalam tubuhnya. Meskipun didapatkan dengan cara yang berbeda, namun bahagia nya menerima rasa cinta dan kasih sayang tentu bahagia sama seperti yang lainnya. 

Selama ini, selain karena saya merupakan salah satu Pribadi yang sensitif dan memiliki kepekaan yang cukup terhadap lingkungan sekitar, saya berfikir bahwa para penyandang Dis-abilitas merupakan orang - orang yang perlu perhatian khusus dan "wajib" di kasihani.

Ternyata selama ini saya membuat Statement dan Pemikiran yang salah. Justru, kebanyakan para penyandang Dis-abilitas ini merupakan Pribadi yang mandiri, dan pantang menyerah!

Di dalam film ini digambarkan bahwa mereka pun tidak mau kalah dengan masyarakat lain yang notaben nya memiliki kesempurnaan fisik lebih daripada mereka. Skill dan talenta yang mereka miliki merupakan modal yang dapat di pertaruhkan untuk bersaing dengan masyarakat diluar sana. 

Mereka bisa menyanyi, menari, bermain gitar, berenang, hingga mengibarkan Bendera Merah - Putih saat sedang upacara di Sekolah. Asal sering dilatih dan berlatih, saya jamin kualitasnya tidak kalah bersaing.

Selain Skill dari teman - teman penyandang Dis-abilitas yang diangkat, kisah percintaan sekelompok Remaja penghuni Asrama Sekolah Luar Biasa menjadi Topik yang paling Gereget dalam Film ini.

Diana yang mengalami Miopi, memiliki rasa suka kepada Andhika yang buta sejak lahir.  Seorang Fitri yang juga buta sejak lahir harus menerima pahitnya kenyataan bahwa Ke-perawan-an nya sudah di Renggut oleh Pacarnya yang ber-tompel. Yang sedari awal mendekati Fitri hanya untuk kesenangan Pribadi dan memanfaatkan ke-kurang-an Fitri sebagai cara untuk melancarkan niat jahatnya. Edo, merupakan anak Angkat dari Ibu Rusli. Seorang penjaga Kantin di Sekolah. Edo tidak buta seperti Fitri, namun dia bisu dan tuli.

Diam - diam, Edo juga menaruh rasa kepada Fitri.

Terkadang terfikir dalam benak saya, bagaimana caranya mereka membedakan rasa sayang dan cinta kepada lawan jenis mereka? Bagaimana cara mereka memikat Lawan Jenis dengan semua ke-lebihan yang mereka miliki? Bagaimana, bagaimana dan bagaimana? 

Menurut saya, jawaban yang tepat dari semua pertanyaan yang saya miliki atau bahkan terkadang teman - teman juga memikirkan hal yang sama seperti saya adalah "Semua cara dapat terjadi jika Tuhan berkehendak."

Kembali lagi kepada keyakinan bahwa Allah SWT selalu punya cara untuk menyalurkan Rasa Cinta&Kasih Sayang dan tidak pernah sekalipun dia membanding - bandingkan dan bersikap tidak adil kepada Seluruh Umatnya di Muka Bumi ini.

Meskipun ini hanya sebuah Hasil Karya dalam bentuk Film, saya yakin sekali bahwa mbak Mouli dkk membuat Film ini atas dasar pemikiran dan keresahan yang terjadi di sekitar Ruang Lingkup nya.

Teruntuk Diana dan Edo  yang tidak memiliki masalah pada Penglihatannya, mereka masih dapat memilih kepada siapa hatinya akan dilabuhkan. Namun, mereka tetap harus berjuang ekstra untuk meyakinan orang yang mereka cintai dan kasihi tanpa melihat rupa dan paras mereka.

Ditunjukan dalam film ini saat Diana berusaha memikat hati Andhika dengan mencari tahu apapun Kesukaan Andhika. Hingga pada akhirnya Diana tahu bahwa laki - laki yang memikat hati nya ini menyukai wangi sebuah Parfum. Dicarinya lah Parfum itu ke Supermarket bersama Ibunya, dan sebelum memulai kegiatan belaar di Sekolah, Parfum itu tidak pernah lupa Diana semprotkan ke Seragamnya hingga Andhika penasaran mengikuti jejak harum Parfum tersebut berasal dari mana.
Edo yang hanya bisa melihat Fitri dari kejauhan, hanya dapat menyapa dan meyakinkan nya dengan sentuhan.

Sementara di posisi Andhika dan Fitri sebagai tempat yang dipilih untuk berlabuh oleh Diana dan Edo, mereka juga harus berjuang dan berusaha untuk meyakinkan diri mereka sendiri bahwa ada orang lain diluar sana yang memang Sayang sama mereka.

Dan saya menarik garis kesimpulan bahwa mereka, para penyandang Dis-abilitas juga dapat menerima dan memberi Rasa Cinta&Kasih Sayang kepada diantara mereka. Namun, dengan cara yang Unik, Berbeda, serta usaha yang Luar Biasa.

Dengan ketidak sempurnaan yang mereka miliki, tidak menjadikan alasan mereka untuk menyerah dalam memberikan dan menerima Rasa Cinta dan Kasih Sayang.

Mereka memang tidak bisa bersikap sama seperti kita. Namun tidak semestinya kita membeda - bedakan mereka. Karena dimata Tuhan, kita semua sama. Dan tidak ada alasan bagi kita semua, makhluk ciptaan Allah SWT dimuka bumi ini untuk tidak dapat menerima Rasa Cinta dan Kasih Sayang.

- Selamat Hari Dis-Abilitas Internasional -
Salam Sayang dari saya untuk rekan - rekan Penyandang Dis-Abilitas diluar sana. Kalian berhak menerima rasa Cinta dan Kasih Sayang seutuhnya dan sepenuhnya dari semua orang yang ada di Dunia. Sungguh, saya belajar banyak dari kalian. Bahwa kita hidup di dunia harus tetap memberikan yang terbaik bagi Agama, Nusa dan Bangsa. Serta tidak menjadikan Kekurangan yang kita miliki sebagai alasan untuk kita menyerah pada Kehidupan ini.

Tetap Semangat!^^
-Jakarta, 2018. Capucinus-


Komentar

Postingan populer dari blog ini

A Memories about -Desa Sibalaya Utara-

"Yuk kita bagi Tugas. Kalian pada mau ber-Tugas dimana?" tanya Pak Ari. "Saya mau di Sibalaya aja Pak!"  -------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- Team Trauma Healing Dari 15 Orang yang tergabung dalam Team ini, 8 orang (termasuk saya) bertugas di  Desa Sibalaya Utara, Kecamatan Tanambulava Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah.  Entah mengapa saat ditanya ingin pergi ke Daerah mana, saya langsung memilih Sibalaya. Dengar nama Desanya saja belum, apalagi datang langsung? hmm. Singkat cerita, Desa Sibalaya Utara ini merupakan salah satu Desa di Kabupaten Sigi yang terkena dampak dari Bencana Alam yang terjadi di Sulawesi Tengah pada tanggal 28 September 2018 lalu. Gempa bumi, Likuifaksi, Tanah Longsor, dan Tanah Bergeser. Desa Sibalaya Utara, Kecamatan Tanambulava, Kabupaten Sigi, Sulawesi Utara. Rumah - rumah Warga, Fasilitas umum, tempat ibadah hingga salah satu SD...

Yang muda menjadi roda

Hai kawan – kawan. Kita adalah Generasi Muda penerus bangsa. Kalian tau? Banyak sekali generasi tua yang menaruh harap kepada kita untuk meneruskan perjuangannya. Salah satu nya Bapak HattaRajasa dalam membangun perekonomian di Indonesia.  Banyak hal yang dapat kita lakukan untuk membantu bapak HattaRajasa dalam membangun   Perekonomian Bangsa. Dimulai dari hal kecil seperti tidak memiliki keseharian yang boros atau pun sering menghambur-hamburkan uang untuk berfoya – foya.   Pernah kah kalian berfikir bahwa uang yang seharusnya kalian tidak hambur – hamburkan dapat bermanfaat bagi orang lain kelak? Dengan membudidayakan hidup hemat kita dapat membantu Perekonomian kita agar jauh dari krisismoneter, karena kita masih memiliki tabungan yang nantinya akan membantu kita kelak nanti. Mencintai dan memakai produk dalam negri pun kita juga sudah membantu pemerintah dalam pembangunan perkonomian Indonesia. Di Indonesia, pemakaian p...

kehangatan malam terakhir

didalam dinginnya ranu kumbolo . kami dapat membuat suatu kehangatan ditengah - tengah keramaian angin yang berhembus.. suasana dingin sekejap menjadi hangat.. rasa kantuk menjadi hilang.. suasana yang tak pernah kudapatkan di kota membuat diriku tak ingin tertingal suasana itu .. tawa ,canda menyelimuti kami didalam kedinginan yang sekejap membuat kami menjadi hangat .. #malam terakhir kami di ranu kumbolo ..